Kasus genosida senjata meningkat dalam AS ketika Covid-19 bubar, Berita Amerika Serikat & Cerita Teratas

Kasus genosida senjata meningkat dalam AS ketika Covid-19 bubar, Berita Amerika Serikat & Cerita Teratas post thumbnail image

WASHINGTON (AFP) – Lonjakan sepanjang setahun lubuk genosida senjata dalam seantero Amerika Serikat enggak menyatakan tanda-tanda mereda berkat penguncian Covid-19 bubar, lewat lonjakan penembakan sepanjang konklusi rekan yg melenyapkan puluhan kepala ataupun ketaton.

Pembunuhan, separuh lapang digerakkan sama senjata, meroket santak 30 tip historis warsa kalakian sepanjang 2019, pula ketika ini menggelandang sekeliling 20 tip santak 25 tip dalam kepada setahun yg kalakian.

Para suku menyatakan enggak diam suatu spesimen menjumpai penjagalan yg menumpuk yg mempengaruhi hampir-hampir sarwa praja lapang, pula itu enggak becus diharapkan turun runcing kali hawar virus Corona mundur.

Media dalam negeri memperkirakan 12 wafat pula sekurang-kurangnya 43 ketaton dalam Chicago cuming, selama New York meninjau sekeliling 30 kepala ditembak pula suatu wafat, separuh lapang disalahkan kepada perkelahian klub pula perang pena dalam kantin pula resepsi, lewat orang-orang yg enggak bersalah dalam rumpang umpan.

Seorang perawan berumur 14 warsa, Ronjanae Smith, wafat pula 14 lainnya ketaton ketika mengikuti ceramah konser melongo dalam North Charleston, Carolina Selatan yg diserang sama berbilang penembak, ikut petugas keamanan.

“Kepedihan yg abdi alamiah kepada putus pencaharian Ronjanae sekadar becus digambarkan demi kejatuhan,” catat ayahnya Ronald Smith lubuk sertifikat melongo.

“Penembakan massal enggak dilakukan dalam ‘tanah lapang yg dilanda kekurangan’. Kekerasan pula / ataupun ketidaktahuan enggak terlaksana dalam suatu tanah lapang, serta enggak terlaksana ala etnis khusus,” katanya.

Situasi yg lasuh betok

Para suku menyatakan zamin ini beruang dalam kolom yg jitu menjumpai menjelang bertambah semenjak 20.000 genosida warsa kalakian, susun terbaik per 1995.

Ketika lonjakan genosida sebagai sabit warsa kalakian, berlimpah yg menyalahkannya ala hawar lockdown, yg menerap orang-orang mengunci rompok pula jutaan kepala putus pencaharian order.

Mereka serta menukas promosi runcing lubuk kesiapan senjata: Menurut prediksi Washington Post, sekeliling 23 juta pernah terjual warsa kalakian.

Tetapi hawar, dentuman afeksi anti-polisi pula keberatan kebangsaan kepada genosida petugas keamanan Mei 2020 lawan George Floyd pula kepala Afrika-Amerika lainnya dikombinasikan lewat faktor-faktor parak yg berkontribusi ala lonjakan janji, ikut Dr Jeff Asher, seorang kriminolog pula menyimpang suatu penaja AH Datalytics.

“Tidak diam spesimen bersahaja … Ini sekadar sup himpunan semenjak kedudukan yg lasuh betok lewat hawar, lewat hilangnya legalitas petugas keamanan,” katanya.

“Dan posterior sarwa aksen ujaran perdagangan, dikombinasikan lewat akselerasi kepemilikan senjata bara yg sebagai historis semampai dalam mana-mana.”

“Pada dasarnya, sarwa kepala beruang dalam kaki aksen ujaran, sarwa kepala mempunyai senjata pula legalitas petugas keamanan turun,” logat Dr Asher.

“Anda mencampurkan sarwa itu pula Anda mencapai sembilan candra genosida terburuk lubuk asal usul Amerika belum lama.”

Lonjakan genosida terlaksana dalam seantero desa, katanya, menyelap praja pula zamin departemen semenjak setiap tendensi ketatanegaraan: mereka yg mengerjakan keberatan anti-polisi pula mereka yg enggak; mereka yg bertambah selektif pula lewat pemisahan Covid-19 yg bertambah ringkas.

Baltimore, Maryland menjendul berkat enggak menghadapi promosi, logat Dr Asher – lamun Baltimore pernah menyandang menyimpang suatu susun genosida terbaik dalam zamin itu.

Kekhawatiran pakansi Memorial Day

Menurut menggali ilmu kejelekan sama Komisi Nasional Covid-19 pula Peradilan Pidana, lonjakan genosida warsa kalakian menutup berbilang warsa pengurangan susun genosida.

Namun, logat mereka, susun genosida warsa ini menggarisbawahi bahwa hawar sekadar menyimpang suatu anasir.

Pandemi, kebisingan kemasyarakatan, pula butir parak digabungkan sebagai “angin kencang lengkap”, logat menggali ilmu terkandung.

Ia serta menyatakan bahwa faktor-faktor yg setara sepertinya enggak memaksa langsung meningkatnya genosida dalam bulan-bulan prima warsa ini.

Departemen kepolisian dalam seantero desa bersigap menjumpai pakansi Hari Peringatan ala konklusi rekan yang akan datang, yg sebagai historis melukiskan term penembakan yg menumpuk.

Bahkan lewat pemisahan hawar, warsa kalakian besaran janji reaksi penembakan pula cacat meroket sepanjang konklusi rekan yg tinggi.

Related Post