Mengubah cetak biru, UE berspekulasi gemuk atas Pfizer bakal mencegah Covid-19, Berita Eropa & Cerita Teratas

Mengubah cetak biru, UE berspekulasi gemuk atas Pfizer bakal mencegah Covid-19, Berita Eropa & Cerita Teratas post thumbnail image

BRUSSELS (NYTIMES) – Merusak sama keributan gemuk batin stok vaksin AstraZeneca selanjutnya Johnson & Johnson, Uni Eropa atas musim Rabu (14 April) memublikasikan bahwa mereka menitipkan din selanjutnya duit ke batin injeksi Pfizer-BioNTech bakal mengayomi peluncuran vaksinasi selanjutnya jumlah yg sejahtera. buat kala pendahuluan.

Poros menjauh per AstraZeneca, yg sempat selaku tonggak acara inokulasi UE, mencagun sehabis sengketa sepanjang berbulan-bulan pada transportasi yg tertunda selanjutnya kesempatan kongsi bergumul membasmi keresahan pada kapasitas daya sisi yg nadir per tembakannya.

Dalam memublikasikan transfigurasi batin cetak biru, Ursula von der Leyen, kepala negara Komisi Eropa, menandaskan Pfizer sudah membolehkan transportasi prolog jumlah yg menurutnya menguatkan pasukan menjelang tujuannya bakal menginokulasi 70 pembasuh tangan penduduk waktu sama kemunca hari kalor.

Tujuan tertera berkecukupan batin bala sehabis AstraZeneca bubar membanjiri jumlah yg diharapkan atas triwulan mula-mula tarikh ini, lewat merasakan degenerasi trendi pada kapasitas daya sisi yg tergantung lewat pengerasan keluarga.

Kampanye vaksin Eropa menyabet ketupat bangkahulu bertambah tua atas Selasa saat Johnson & Johnson menandaskan hendak menjorokkan peluncurannya tunggal dalam Eropa atas keresahan yg pas selanjutnya sehabis regulator mengheningkan penggunaannya dalam Amerika Serikat.

Tidak mencacak simpom bahwa Uni Eropa hendak memperlalaikan order yg mencacak bakal lusinan juta jumlah per AstraZeneca selanjutnya Johnson & Johnson, maupun bahwa pemangku kesegaran Eropa sudah beralih penalaran bahwa guna injeksi bertambah gemuk dari risikonya.

Tetapi pemangku UE menunjukkan bahwa mereka hendak membicarakan jalan tengah trendi belaka lewat kongsi yg menghasilkan vaksin Covid meniru messenger RNA, maupun mRNA, ganal Pfizer selanjutnya Moderna.

“Kita mesti pati saat ini atas teknologi yg sudah menguji nilainya: vaksin mRNA ialah jiplakan peristiwa yg pasti,” kaul von der Leyen kesempatan beliau memublikasikan bahwa pasukan tertera sudah melorotkan permufakatan lewat Pfizer bakal 1,8 miliar jumlah bakal tarikh 2022 selanjutnya 2023.

Vaksin Johnson & Johnson selanjutnya AstraZeneca mengonsumsi virus yg bukan tegang bakal menyampaikan separuh subjek genetik per virus yg mengakibatkan Covid, menggerakkan respons orde resistensi terhadapnya.

Vaksin mRNA, yg didasarkan atas teknologi yg bertambah trendi, serupa mengonsumsi separuh subjek genetik per virus corona, namun lain seantero virus, bakal mencetuskan respons resistensi.

Uni Eropa dikritik dari prolog atas logistik dosisnya yg pelik. Dan itu sudah terlambat larut dalam pungkur Amerika Serikat selanjutnya Inggris atas ripuh ketupat bangkahulu buat ketupat bangkahulu batin propaganda inokulasi, mula-mula lewat keributan stok gencar per AstraZeneca atas kemunca Januari, selanjutnya lewat lewat munculnya kapasitas deformitas keluarga nadir yg sudah meresahkan din jemaah. batin vaksin selanjutnya mengakibatkan pembubaran jaminan.

“Seperti yg becus kita membelalang lewat wara-wara Johnson & Johnson kemarin dulu, tengah jamak bagian yg becus menjahili rencana transportasi vaksin yg direncanakan,” kaul Von der Leyen, Rabu.

Ms Von der Leyen menandaskan jumlah Pfizer batin permufakatan bakal rangkap tarikh ke pendahuluan hendak menerkam injeksi penguat terpendam bakal memanjangkan resistensi penduduk yg sudah diinokulasi, bersama kebolehjadian injeksi maupun penguat trendi yg mengesahkan versi trendi yg bisa sah kawi tentang vaksin yg mencacak. .

Vaksin AstraZeneca selanjutnya Johnson & Johnson menyala lewat menguntungkan batin uji coba klinis, selanjutnya kebolehjadian daya sisi yg tegang rongak berlaku. Tetapi uji coba jika injeksi Pfizer selanjutnya Moderna menyuratkan bahwa injeksi tertera terlebih bertambah kondusif batin mencegah kontaminasi, selanjutnya daya sisi sederajat belum mencagun. Vaksin mRNA beda, per CureVac, tengah batin uji coba klinis.

Pada musim Rabu, Badan Obat-obatan Eropa, regulator penawar sempurna pasukan itu, menandaskan pihaknya tengah mempermaju penyelidikannya pada “kasus-kasus yg amat rongak per pengerasan keluarga yg bukan reguler” atas penyambut vaksin Johnson & Johnson selanjutnya diperkirakan hendak merilis testimoni minggu pendahuluan.

Sementara pertimbangan tengah berlanjur, tubuh tertera menerangkan pula pandangannya bahwa guna vaksin bertambah gemuk dari risikonya.

Dalam degenerasi bakal AstraZeneca, Denmark atas musim Rabu selaku daerah mula-mula yg sebagai langgeng mengheningkan hibah vaksin kongsi, menandaskan kapasitas daya sisi patut penting bakal dilakukan mengenali wabah sudah teratur selanjutnya becus mengunggulkan Pfizer selanjutnya Moderna. inokulasi.

Dengan janji trendi sama Pfizer bakal merujukkan transportasi 50 juta jumlah yg sediakala dijadwalkan bakal kemunca tarikh, kongsi bercita-cita becus menyampaikan jumlah 250 juta jumlah ke pasukan tertera atas kemunca Juni.

Von der Leyen menandaskan bertambah per 100 juta penduduk dalam Uni Eropa sudah mendapat paling kurang uni jumlah vaksin, selanjutnya 27 juta sudah mendapat keduanya.

Vaksin Pfizer terusan, bergandengan lewat 35 juta jumlah yg diharapkan per Moderna sepanjang tiga rembulan ke pendahuluan, selanjutnya penerapan yg bertambah terpaku per jumlah AstraZeneca yg pernah mencacak dalam batin saluran, bisa patut bakal menjalankan pasukan tertera menjelang cancang yg didambakan ialah menjelang 255 juta penduduk lewat September, kaul pemangku Uni Eropa.

Related Post

Semua rombongan AS maka NATO membelakangi Pangkalan Udara Bagram dekat Afghanistan: Pejabat defensi AS, Amerika Serikat News & Top StoriesSemua rombongan AS maka NATO membelakangi Pangkalan Udara Bagram dekat Afghanistan: Pejabat defensi AS, Amerika Serikat News & Top Stories

KABUL (AFP) – Semua rombongan Amerika Serikat maka Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NAto) pernah membelakangi Pangkalan Udara Bagram, peri seorang pembesar defensi AS pada AFP atas Jumat (2 Juli), memperlihatkan