Militer Yordania menyubsidi kenal kaum tiri adipati bakal menyetop aksi tercantel kemantapan kesultanan, Berita Timur Tengah & Top Stories

Militer Yordania menyubsidi kenal kaum tiri adipati bakal menyetop aksi tercantel kemantapan kesultanan, Berita Timur Tengah & Top Stories post thumbnail image

AMMAN (REUTERS) – Saudara tiri Raja Yordania Abdullah maka bekas Putra Mahkota Hamza bin Hussein sudah diberitahu bakal menyetop aksi yg digunakan bakal meratifikasi “keselamatan maka kemantapan” kesultanan, cakap ketentaraan ala Sabtu (3 April).

Dalam sebuah deklarasi yg diterbitkan dalam jawatan pemberitahuan kesultanan, dikatakan bahwa ini yaitu departemen berawal penjajakan keselamatan yg makin selebu maka terus-menerus dalam mana seorang bekas gajah, peserta rombongan negeri maka kepala parak yg kagak disebutkan namanya ditahan.

Panglima Angkatan Darat Yusef Huneity menghadang perincian bahwa Pangeran Hamza sudah ditangkap tapi menyatakan dirinya diberitahu bakal “menyetop gerakan yg dieksploitasi bakal meratifikasi keselamatan maka kemantapan Yordania”.

Dia kagak merinci aksi segala apa itu.

Dua kepala yg memafhumi status terkandung menyatakan pada Reuters bahwa kawanan keselamatan sudah sampai dalam graha Pangeran Hamza maka menggerakkan penjajakan.

Dalam sebuah film, Pangeran Hamzah meminta dirinya bermakna ganjalan graha maka sudah diberitahu bakal duduk dalam graha maka kagak menyurati sapa pula.

Hamzah menyatakan bermakna film terkandung, yg disampaikan sama pengacaranya pada BBC, bahwa dirinya tidak departemen berawal intrik parak maka menilai strata yg bergigi selaku buruk. “Ini putaran yg terlalu memprihatinkan maka kagak profitabel,” tambahnya.

Raja Abdullah menyudahi Hamzah selaku pewaris mahkota ala warsa 2004 bermakna sebuah sikap yg mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Orang-orang yg memafhumi pengkhianatan itu menyatakan aksi mangkar itu kira-kira tercantel memakai alur bakal mengguncang Yordania, teman transenden Amerika Serikat.

The Washington Post menyatakan daya Yordania membekukan Hamzah maka menggerebek hampir-hampir 20 kepala lainnya selesai segala apa yg sama getah perca pembesar disebut selaku “bahaya alokasi kemantapan kesultanan”.

Seorang bekas pembesar AS yg memafhumi perkara dalam Yordania menyatakan bahwa alur terkandung kagak membelit “kup awak”. Sebaliknya, katanya, mereka yg tersangkut berencana bakal menjorokkan penentangan yg mau kelihatan selaku “penentangan tersohor memakai komposit dalam prosedur” memakai gendongan bangsa.

Pangeran Hamzah kagak dipandang selaku bahaya bulat alokasi otokrasi Yordania maka dirinya sudah terpinggirkan sewaktu bertahun-tahun. Tetapi sisi berhak sebagai semakin masygul memakai upayanya bakal mendirikan tali memakai tokoh-tokoh yg kagak kenyang bermakna suku-suku yg solid.

Orang-orang yg dikenal selaku Herak ini bermakna setengah pasar buncit melantamkan penentangan mengenai manipulasi maka sisi berhak sudah menangani setengah presentasi, membekukan puluhan kepala.

Suku-suku yg mengatasi keselamatan maka baju hijau menyelaraskan asas gendongan bakal otokrasi Hashemite negeri.

Kantor pemberitahuan kesultanan menyatakan Bassem Awadallah, anutan tempo adipati yg berpengetahuan AS yg maka sebagai gajah moneter maka saja konsultan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, maka Sharif Hassan Ben Zaid, peserta rombongan negeri, yaitu ditahan berpatungan memakai sikap tubuh tidak dikenal lainnya.

Tidak tegak rincian.

“Pemerintah AS kenal bahwa Bassam Awadullah bergelut bakal MBS (Mohammed bin Salman). Setiap penganalisis yg keroh mau menyatakan lamun seseorang yg sedekat ini memakai MBS tersangkut, dirinya kudu kenal, cakap bekas pembesar AS itu.

Namun, katanya, kagak hirau segala apa pula yg berlaku, Yordania mau mencari akal membungkus keikutsertaan Saudi bakal mencegah putusnya tali sebaik-baiknya memakai negeri yg solid itu.

Pengadilan negeri Saudi mengumandangkan “gendongan kancap” bakal Raja Abdullah maka segenap ketentuan yg diambil olehnya bakal menongkrongi keselamatan maka kemantapan. Mesir, Lebanon, maka Bahrain saja mendukungnya.

Pejabat penguasa kagak cepat kuasa dihubungi bakal dimintai ucapan.

Penangkapan pembesar semampai maka peserta rombongan negeri serau berlaku dalam Yordania, yg dipandang selaku keliru mono- kesultanan membelokkan tetap dalam semesta Arab.

Hutan banglas ketatanegaraan

Pangeran Hamza, yg sudah dipersiapkan sama ibunya, Ratu Noor bakal mengaplus almarhumah ayahnya Raja Hussein, sudah didorong ke bermakna banglas ketatanegaraan dari beliau dipecat selaku anak kekuasaan.

Tokoh-tokoh antitesis berhimpun dalam sekitarnya, sebuah aksi yg dipandang kagak menggembirakan sama adipati, cakap getah perca pembesar yg memafhumi status terkandung.

Abdullah mengaplus ayahnya Raja Hussein, yg menyuruh Yordania sewaktu hampir-hampir lima sepuluh tahun.

Tradisi keturunan Hashemit Yordania dalam lantai konstitusi 1952 melepaskan penyambung pada anak tertua tapi adipati tunak menyimpan pilihan bakal menyapa kaum laki.

Raja Abdullah sudah berjaya membimbit kemantapan ketatanegaraan ke kesultanan itu maka menebus pangkat selaku sep Arab terkanan yg permintaan moderasinya sudah menanggung rongga, terpenting dalam forum-forum Barat.

Awadallah, yg melahirkan stamina penggiat dalam WC pembaruan perniagaan sebelum beliau meninggalkan selaku penghulu pidana negeri ala warsa 2008, sudah tempo menagak pemberontakan mangkar berawal seorang jagapati sampai umur maka birokrasi yg berakar yg berbunga sewaktu bertahun-tahun kepada bantuan penguasa.

Badan mata-mata Yordania yg solid, memakai buah yg tersiar bermakna kesibukan rakyat, sudah melantunkan karakter rakyat yg makin bulat dari diberlakukannya ketentuan sekarat ala permulaan wabah virus corona warsa lantas, yg patih kelompok-kelompok publik menyandung hak-hak publik maka ketatanegaraan.

Polisi kontra huru hara Yordania rembulan lantas mengubrakan penentangan dalam Amman maka kota-kota parak yg dipanggil bakal mengingat 10 warsa presentasi pro-demokrasi Musim Semi Arab, maka sisi berhak membekukan puluhan pengambil inisiatif, cakap kenyataan lubang.

Related Post