Negara-negara G-7 mengangkat aksi kerangka yg bergairah, lamun menyeratkan kerikil kobaran, penggiat istimewa pemanasan komprehensif, Berita Dunia & Berita Utama

Negara-negara G-7 mengangkat aksi kerangka yg bergairah, lamun menyeratkan kerikil kobaran, penggiat istimewa pemanasan komprehensif, Berita Dunia & Berita Utama post thumbnail image

BRUSSELS (NYTIMES) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden berkelompok sambil perdua ketua negara-negara terkaya pada jagat atas Minggu (13 Juni) kepada mengangkat aksi yg bermaksud kepada menyeratkan hawa komprehensif, lamun kandas kepada menyabitkan melucut puncak yg kategoris berawal penunuan kerikil kobaran, yg menjadi kontributor istimewa pemanasan komprehensif.

Biden dengan heksa ketua asing berawal negara-negara Kelompok 7 (G-7) bermuafakat kepada menekan emisi beramai-ramai santak setengahnya atas warsa 2030 dengan menyedang membatasi kepunahan fauna dengan rumput yg ekspres, menyebutnya selaku “gelogok eksistensial yg simetris pentingnya”.

Mereka setuju bahwa atas warsa ambang mereka bakal meniadakan investasi antarbangsa kepada setiap cetak biru batubara yg bukan mempunyai teknologi kepada menyerkap dengan membereskan emisi zat arang dioksida dengan bermuafakat kepada menjelang bidang setrum yg “benar-benar terdekarbonisasi” atas warsa 2030-an.

Ini sama dengan mula-mula kalinya negara-negara pabrik banyak, yg mengelokkan bertanggung tanggapan kepada kontaminasi yg menghangatkan satelit ini, setujuan kepada sebagai beramai-ramai meranting emisi mereka atas warsa 2030, selangkan kaum kawasan pernah menyabitkan arah yg simetris sebagai perseorangan, tertera Amerika Serikat dengan Amerika Serikat. Kerajaan.

Tetapi perdua mahir stamina menggambarkan kekecewaan negara-negara G-7, yg sambil mewujudkan seputar suku berawal kontaminasi kerangka jagat, kepada membolehkan melucut puncak spesifik kepada pemakaian kerikil kobaran melemahkan kebolehan mereka kepada berdasar atas China kepada mengekangnya soliter. -peningkatan pemakaian kerikil kobaran. Mungkin saja bakal kian gersang kepada melembuti 200 kawasan kepada menjelang kompromi kerangka yg bahaduri atas ramah tamah kulminasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Skotlandia puncak warsa ini.

Para ketua G-7 saja menolak kepada menjanjikan investasi hangat yg berarti kepada menyokong negara-negara mekar mengelola buntut kerangka juga menjauh berawal penunuan patra, asap, dengan kerikil kobaran.

“Ini benar-benar mendongkolkan,” sebutan Jennifer Morgan, pembimbing administrator Greenpeace Internasional. “Ini sama dengan detik saat G-7 becus menampakkan kepemimpinan kuno, dengan tetapi mereka membelakangi kehampaan banyak.”

Para akademikus pernah meluruskan bahwa jagat harus bangat menekan emisi semisal mempunyai giliran kepada melindungi hawa komprehensif sama memanjat pada kepada 1,5 kursi Celcius, dibandingkan sambil tajuk pra-industri. Itu fase sarhad pada mana perdua mahir menggambarkan satelit ini bakal melalui kesusahan, kebobrokan konstan. Perubahan hawa tambahan pula bukan berlangsung pada sarwa jagat; kaum korong telah menjelang kejayaan 2 kursi Celcius.

Biden menggagas kunjungan pengembara nagari pertamanya selaku kepala negara rekan kemudian sambil membentangkan bahwa atas isu-isu kaya kerangka, “Amerika Serikat ulang”.

Setelah catur warsa pada mana Presiden Donald Trump mencemooh kemahiran metamorfosis kerangka yg telah permanen, mengurangi lever peningkatan stamina jujur dengan mengangkut keterangan menyiar fosil dengan menolak kepada berbicara simetris sambil kolaborator berbobot persoalan jagat, Biden sekaligus semula selaku unit berawal kesepakatan komplet bahwa jagat harus mengangkat aksi tajam kepada mencegah kesusahan komprehensif.

Selain berkelompok ulang sambil Perjanjian Paris 2015 yg ditinggalkan Trump, Biden pernah bermuafakat kepada menekan emisi asap vila muka Amerika Serikat sejumlah 50 komisi selaku 52 komisi pada dek tajuk 2005 atas warsa 2030, dengan kepada menghabisi emisi keterangan menyiar fosil berawal bidang setrum Amerika atas warsa 2035. .

Tetapi Inggris, gabung sambil kaum kawasan Eropa lainnya, yg pernah mendesak sebagai bergairah sepanjang KTT warsa ini kepada meniadakan penunuan kerikil kobaran kepada setrum atas melucut spesifik pada warsa 2030-an. Pembakaran kerikil kobaran sama dengan mata air emisi zat arang dioksida terbesar, dengan selepas warsa taun, pinta kerikil kobaran diperkirakan bakal menumpuk 4,5 komisi warsa ini, tunduk Badan Energi Internasional.

Alih-alih, budi final berawal “koneksi” perdua ketua belaka mencetak teriakan yg bukan pasti kepada “memajukan teknologi dengan kearifan sambil ekspres yg semakin menyigap pertukaran” berawal kerikil kobaran minus teknologi penahanan zat arang.

Pendukung dengan kuasa usaha metamorfosis kerangka terpandang lainnya mengecap kiriman kerangka kesemestaan selaku kempek gabungan.

Biden dengan perdua ketua lainnya menggambarkan mereka bakal mengamalkan US$2 miliar (S$2,66 miliar) kepada menyokong negara-negara berpaling berawal keterangan menyiar fosil, yg diharapkan perdua ketua bakal selaku pertukaran komprehensif ke harapan, baskara, dengan stamina asing yg bukan mewujudkan zat arang yg memanaskan satelit. emisi dioksida.

Dan mereka setujuan kepada memajukan andil mereka dengan tumplak waad yg telat kepada mengerahkan US$100 miliar setiap warsa kepada menyokong negara-negara bapet menekan emisi dengan memberantas hasil berawal metamorfosis kerangka, selangkan nilai dolar yg kategoris bukan berdasar pada kenap.

Laurence Tubiana, CEO Yayasan Iklim Eropa yg menjabat selaku utusan banyak kerangka Prancis sepanjang persepakatan Paris 2015, menggambarkan beliau girang bahwa negara-negara bakal terhenti memodali cetak biru batubara hangat minus teknologi kepada menyerkap dengan membereskan emisi. Ini berguna menggulung sayup segala investasi kepada batubara hangat, oleh teknologi penahanan zat arang hangat jebrol dengan bukan memunjung digunakan.

“Itu mencetak China merantas saat ini apakah mereka hendak ajek selaku pembantu kerikil kobaran sebagai komprehensif, oleh mereka bakal selaku langka,” katanya. Namun beliau menggambarkan kiriman pembiayaan rendah kepada negara-negara mekar, yg benar-benar peka akan air naik, kekeringan dengan buntut asing berawal gawat kerangka yg diciptakan sama negara-negara pabrik.

Negara-negara G-7 saja mengangkut persediaan prasarana habis-habisan Biden kepada membangkang Inisiatif Sabuk dengan Jalan China yg berguna miliaran dolar. Sebagai unit berawal itu, negara-negara bermuafakat kepada menyokong kawasan mekar merentangkan ulang berawal taun Covid-19 sambil kadar yg mengingat metamorfosis kerangka.

Negara-negara berpunya pernah setuju atas warsa 2009 kepada mengerahkan US$100 miliar berbobot investasi khalayak dengan preman atas warsa 2020 kepada menyokong negara-negara bapet maju ke stamina jujur dengan beradaptasi sambil hasil mengelokkan membandel berawal metamorfosis kerangka. Tetapi mereka belaka tumplak seputar US$80 miliar berawal waad itu, tunduk Organisasi kepada Kerjasama dengan Pembangunan Ekonomi. Dan sekerat banyak kepeng itu berbobot aliran utang, lain donasi, sehingga merepoti negara-negara bapet kepada menggunakannya, sebutan perdua mahir.

“Pengumuman G-7 mengenai investasi kerangka amat polong berbobot membantah kesusahan eksistensial,” sebutan Malik Amin Aslam, anggota kabinet kerangka Pakistan. Dia menyebutnya selaku “frustrasi banyak” paruh negaranya dengan kawasan asing yg mesti merilis kian memunjung kepeng kepada memberantas hawa eksesif, pemindahan, dengan buntut asing berawal pemanasan komprehensif.

“Setidaknya, negara-negara yg bertanggung tanggapan kepada gawat yg tidak terhindarkan ini harus tumplak akad yg mereka nyatakan, semisal bukan, persepakatan kerangka becus selesei sambil kandas,” beliau meluruskan.

Sebuah notula belum lama berawal Badan Energi Internasional menalikan bahwa semisal jagat hendak mencegah hasil mengelokkan mengagumkan berawal pemanasan komprehensif, negara-negara banyak mesti bangat terhenti mengizinkan generator setrum kemampuan kerikil kobaran dengan perkebunan patra dengan asap hangat.

Pada ramah tamah kulminasi, tujuh kawasan berbicara hilangnya pluralitas hayati, menyebutnya selaku gawat atas perimbangan yg simetris sambil metamorfosis kerangka.

Mereka menggambarkan bakal menyiasati gerakan komprehensif kepada mengabadikan paling sedikit 30 komisi berawal bentala dengan cecair satelit ini atas warsa 2030 dengan bakal menegakkan benteng seragam itu pada kawasan mereka soliter. Langkah-langkah ini diperlukan, sebutan perdua akademikus dengan G-7 menjelaskan ulang, kepada menyokong memingit kepunahan, mengisbatkan ketenteraman cecair dengan makanan, membereskan zat arang dengan menekan akibat taun pada ketika ambang.

Saat ini, seputar 17 komisi darat satelit ini dengan 8 komisi lautannya dilindungi, tunduk PBB.

Kelompok jagat menerima patut dimasukkannya akad 30 komisi lamun mengutamakan perlunya aksi, yg membutuhkan pembiayaan yg laik. Itu sama dengan unit yg gersang, yg mesti dicapai atas muktamar pluralitas hayati PBB terserak yg bakal diadakan atas kamar Oktober pada Kunming, Cina.

Karena ekosistem integral dengan poin suhu pluralitas hayati yg tercecer pada jagat bukan terdistribusi sebagai pecah, perdua akademikus mengutamakan bahwa bukan menyeluruh paruh setiap kawasan kepada mengukir 30 persennya soliter. Sebaliknya, negara-negara mesti berbicara simetris kepada menumbuhkan benteng region yg bakal mengamalkan rakitan ulung berbobot menjempalikkan pluralitas hayati dengan gawat kerangka yg berbalas-balasan berjuntai. Para penyelidik pernah melukiskan petunjuk.

Hak-hak kelompok nasional, tertera kelompok sifat yg pernah selaku protektor pluralitas hayati yg kian patut, mesti dihargai, sebutan perdua ajuster. Melindungi semesta bukan berguna mengusir keturunan Adam, mempertikaikan mengisbatkan bahwa region berangasan digunakan sebagai berkepanjangan.

Robert Watson, eks presiden sepasang panel menemani penguasa terpandang mengenai metamorfosis kerangka dengan pluralitas hayati, menyanjung kompromi yg menyambung kedua gawat termaktub. Namun beliau menggambarkan harus memberantas faktor-faktor yg mendesak hilangnya ordo, tertera perkebunan, perintisan dengan pertambangan.

“Saya bukan mengelih aksi segalanya yg bakal diambil kepada meniadakan penyebabnya,” sebutan Watson.

Related Post