Negara-negara G-7 semakin kental demi agenda cukai buat danawa teknologi AS, Berita Dunia & Berita Utama

Negara-negara G-7 semakin kental demi agenda cukai buat danawa teknologi AS, Berita Dunia & Berita Utama post thumbnail image

SAN FRANCISCO (AFP) – Negara-negara G-7 yg melahirkan pasaran yg komersial distribusi danawa teknologi AS sudah mendekapi agenda buat mengeksploitasi bertambah belacak harta cukai sejak pundi-pundi Amazon, Apple, Facebook, bersama Google.

Kelompok tercatat, terbilang Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, bersama Amerika Serikat, menyandang nubuat bayaran cukai komprehensif paling sedikit 15 tip atas danawa multinasional.

Langkah itu dilakukan waktu Presiden AS Joe Biden menyodok buat memasang bayaran cukai industri, demi tembak tertentu atas industri yg memanen banda.

“Tekanan sudah menyusun sepanjang bertahun-tahun,” tegas guru besar kada Universitas Georgetown, Lilian Faulhaber.

“Saya agak segenap pada antaranya, sejujurnya, sahaja strategis.” Pukulan hawar ke perdagangan sudah mengerjakan bertambah problematis buat menyetarakan kos penguasa, guru besar merekam.

Pada tatkala yg setanding, pemilih menginvestigasi narasi berkenaan industri internet yg meraup profit sekali lalu menyingkir cukai bersama, rupa-rupanya, menyauk profit sejak kemampuan pasaran.

“Semakin belacak pemilih yg mengkal hati berkenaan ini,” tegas Faulhaber.

Raksasa Lembah Silikon semakin beroleh tuduhan pada Eropa bersama Amerika Serikat akibat kebingungan berkenaan eksploitasi intensitas bagaikan penguasaan.

“Mungkin perseteruan berketurunan sejak se- muka ke muka beda berisi kejadian pengelakan cukai bersama terkaman perusahaan-perusahaan ini tentang kesediaan sama kita,” tegas Alan Auerbach, master percukaian pada University of California, Berkeley, biro perdagangan.

Negara-negara yg gemar mengintensifkan penerimaan cukai sejak industri teknologi menjumpai industri kuat dugaan yg pandai memerlukan masukan, analitik, bersama kepintaran buat mengasaskan pasaran bersama profit.

Di Amerika Serikat, industri internet menunggangi kans cicilan cukai sejak pendanaan ataupun perekrutan. Di wadah beda, industri memerlukan cetak biru kada buat mengganti profit ke negara-negara demi bayaran cukai pendek bersama menarik kehilangan ke tempat-tempat pada mana cukai semampai.

“Salah menjuluki mereka gempil selaku sopan ataupun makna akibat mereka menunggangi perangsang yg hamba berikan untuk mereka,” tegas Auerbach.

“Sistem cukai antarbangsa dirancang buat periode sebelumnya; waktu industri menyandang kediaman yg persis bersama penerapan mereka berjalan pada se- wadah,” tambahan Auerbach, kawan prosais yg belum lama merilis Taxing Profit in a Global Economy.

Menggunakan tanda cukai seratus tahun ke-19 berisi perdagangan seratus tahun ke-21 merupakan kiat buat kemusnahan penerimaan, ia berdalih.

Bagian sejak agenda pembaruan G-7 menyangkut-nyangkutkan percukaian industri multinasional pada mana mereka menciptakan harta dari pada mana mereka menyandang balai ataupun kilang.

“Ada sarwa wong yg menyerap servis bersama menyampaikan bal netra,” tegas Faulhaber, menunjuk atas audiens online yg diuangkan sama industri internet yg menyandarkan pariwara digital.

“Sebelumnya, karakter mereka belum diakui berisi kada cukai antarbangsa.” Di Eropa, metamorfosis tanda cukai bagaikan itu hendak terasa pada Irlandia, yg sudah mengganggut industri bagaikan Apple demi bumi cukai yg komersial.

Masih belum persis apakah G-7 hendak mendatangi tujuannya.

Pertanyaan yg wajar dijawab terbilang apakah daerah angsal merayu industri demi patahan ataupun hentian, bersama nomor profit segalanya yg wajar dikenakan cukai.

Apa jadinya cukai digital yg pernah diperkenalkan pada negara-negara bagaikan Inggris, Prancis, Italia, bersama Spanyol?

Nuansa cukai komprehensif wajar dinegosiasikan sama mereka yg terbabit, demi sarwa wong merayau kesediaan buat memakai tata tertib selaku sebanding.

Pihak berkuasa jua mesti mengerjakan tanda yg menetapkan industri teknologi buncit sekali lalu menyingkir menganiaya industri subtil ataupun bukan tersangkut.

“Pada keputusannya, ini merupakan pertanyaan subtil; itu bukan hendak sebagai perintang,” tegas analis Wedbush Securities, Dan Ives.

“Karena atas keputusannya sistem cukai komprehensif sejak teknologi buncit merupakan segenap yg memutar himpunan pada buana.” Amazon yg berbasis pada Seattle, misalnya, amat gemar memilih dirinya sejak industri Silicon Valley demi mementaskan tema e-commerce, tamam demi magasin bersama pias profit yg nisbi langkai sejumlah heksa tip.

Profil beralih selaku relevan selepas Amazon Web Services, bagian komputasi mega yg komersial, dimasukkan ke berisi penyejajaran.

Mengatakan Amazon tidak industri teknologi merupakan “bagaikan menceritakan (Lionel) Messi bukan main-main menampar bal,” gurauan Ives, merujuk atas kartika menampar bal Argentina.

Related Post